Arsip Tag: jalan jalan

Tempat Menarik di Jepang Pada Saat Musim Salju

Nagoya-shi Aichi

Sedang berpikir keras… ini gw kan trip ke Jepang pas lagi winter… napa berasa kaya Spring ya? Sumpah emang global warming is real, biasanya Februari gini lagi dingin-dinginnya, bahkan bisa turun salju tebel. Well, anyway walaupun jaket jadi berasa terlalu panas tapi males ditenteng jadi akhirnya dipake juga, Nagoya selalu menyenangkan. Apalagi hari ini langitnya biru parah! Biru mentok!!

Sampe Nagoya langsung main ke Nagoya Castle dan Oasis 21, kali ini juga bareng kembarannya kofer yaitu Trinity traveler wkwk, selalu seru jalan bareng dan selalu seru denger obrolan dan pertanyaan randomnya Trinity.

Abis dari Nagoya langsung lanjut naik kereta lagi ke Takayama, besok-besok bakal keliling beberapa tempat di Hokuriku juga jadi enaknya pake JR RAIL PASS yang Takayama-Hokuriku Area, ini berlaku 5 hari, rutenya dari Kansai Airport – Osaka – Kyoto – Fukui – Kanazawa – Toyama – Takayama dan Nagoya, banyak kan dan tentunya free flow (eh, free flow ride kali ya) selama 5 hari, harganya cuma 14.260 yen (atau 15.280 yen klo langsung beli di Jepang), mayan banget kan klo cuma keliling Kansai sampe Nagoya sih pake Pass ini aja ya sobat irit.

Shirakawa Go

Kembali ke Shirakawa-go, desa super gemes dan winter wonderland klo lagi putih ketutup salju. Tadinya udah mikir ga bakal dapet salju soalnya Nagoya ga berasa kaya winter pas dateng dan banyak temen bilang abis dari Shirakawa-go dan belum salju. Walaupun ga setebel biasanya tapi udah putihhh ketutup salju.

Ke Shirakawa-go pake JR Pass yang Takayama-Hokuriku Area Tourist Pass, ternyata bus ticket juga udah include bisa langsung naik ga perlu beli tiket bus dulu klo pake pass ini (buat jam-jam bus yang non reserved ya). Klo mau tau jadwal jam berangkat busnya dari Takayama, monggo swipe terus ampe ujung. Btw klo mau liat Shirakawa-go pas lagi puncak winter dan lagi tebel saljunya bisa liat di blog akuh, cara gampangnya tinggal google “Marischkaprudence Shirakawago Winter”.

Pengalaman Traveling yang Mengubah Hidup Saya

Momen di India ada 2 negara dimana saya mendapatkan pengalaman unik yang mengubah hidup saya. Pengalaman yang belum pernah saya dapatkan di sekolah. Yang pertama adalah Jepang. Saya kagum dengan betapa terorganisir dan bersihnya. bisa dikatakan sebagai negara yang perlu saya kunjungi lebih dari sekali. Budaya kesopanan mereka dan bagaimana mereka saling menghormati.

Transportasi yang nyaman, bersih dan tepat waktu. Bagaimana mereka mempertahankan budaya mereka. kecanggihan teknologi dan keindahan alamnya. Negara ini terlihat seperti lukisan yang tidak nyata ketika saya mengunjungi wilayah Lima Danau Fuji. Kombinasi sempurna inilah yang menjadi alasan banyak orang, termasuk saya, untuk terus kembali ke ‘negeri matahari terbit’ ini.

Yang kedua adalah India. Bagi sebagian orang, India bukanlah tujuan utama mereka atau bahkan mungkin tidak tertarik dengan negara berpenduduk 1,3 miliar ini. Tetapi mengunjungi India rasanya seperti refleksi dari negara saya sendiri. Kekacauan lalu lintas mereka, sistem pengolahan sampah yang tidak terawat, banyaknya tunawisma dan tingkat ketimpangan sosial yang sangat tinggi.

Sangat berbeda dengan Jepang. Namun semuanya berbanding terbalik dengan budaya dan situs warisan yang bisa dikatakan benar-benar megah dan indah. Arsitek dan seniman India bisa dibilang benar-benar diberkahi dengan kemampuan luar biasa. Ada banyak kejutan & hal luar biasa yang bisa saya dapatkan di India yang tidak dapat ditemukan di negara manapun di dunia.

Belakangan ini India Makin hits ya di mata para traveler. Bangunan-bangunannya yg unik bikin gak bisa berhenti jepret Sana sini apalagi buat pecinta foto kayak Aku. Ohiya, view malam di India cantik loh! Apalagi Bangunan Hawa Mahal ketika disinari lampu seperti ini, indah banget deh!

Nah, masih dengan fitur night mode, OPPO R17 PRO ini jadi device andalan aku saat kondisi yg minim cahaya, bikin hasil foto kota Jaipur versi malam ini maksimal! Gak perlu takut foto burem apa lagi full noise saat mengabadikan moment-moment di malam hari. Perjalanan wisata menjadi semakin menyenangkan dengan ponsel yang canggih ini loh.

Menghabiskan Akhir Tahun di Tanah Sumba yang Asri

Perjalanan sesungguhnya bagi saya ketika menikmati biru turqouisenya pantai di Maratua, salah satu pulau yang paling cantik di Kepulauan Derawan. Ketika mendaratkan kaki ke tempat ini, rasanya saya bukan berada di bumi melainkan di surga. Keindahannya tak tertandingi dan sangat menenangkan jiwa, batin, serta raga. Rasa lelah pun seketika hilang ketika melihat pantai jernih yang sangat memanjakan mata ini.

Dan akhir tahun ini saya berencana akan menghabiskan waktu liburan saya di Sumba, sebuah pulau yang membuat saya jatuh hati untuk kembali. Selama perjalanan empat hari kesana saya akan menyambangi Desa adat Rende dan Pantai Walkiri di hari pertama. Selanjutnya di hari kedua perjalanan akan menuju ke arah barat Sumba, destinasi yang saya kunjungi yaitu Pantai Tarimbang dan Bukit Wairinding. Di hari ketiga saya lanjutkan perjalanan menuju Barat Daya Sumba, destinasinya adalah Air Terjun Lapopu dan Laguna Waekuri, dua tempat yang teramat indah dan sangat sayang untuk dilewatkan. Dan destinasi yang akan saya kunjungi adalah pantai sekitaran Sumba Barat daya dan situa liburan Kuno disana. Semoga perjalanan menghabiskan liburan tahun baru disana kali ini akan menyenangkan.

Siapa yang gak kepengen ke Wae Rebo, desa adat yang masih sangat cantik dan alami ini. Terletak di daerah perbukitan mengharuskan kita berjuang lebih ekstra untuk mencapai ini. Pertama: harus menempuh perjalanan 6-7 jam dari Labuan Bajo ke Denge, setelah itu dilanjutkan dengan trekking 2-4 jam untuk menuju desa ini. Ketika sampai disini perjuangan kalian tadi bakalan terbayarkan dengan view dan experience yang ditawarkan. Menginap di rumah kerucut Mbaru Niang, melihat warganya mengolah kopi, menenun, bermain dengan anak-anak Wae Rebo, dan yang paling nikmat itu mencicipi kopi Flores langsung dari sini.

Siapa yang masih bermimpi dan kepengen ke Desa ini? Atau yang udah kesini dan punya pengalaman menarik disini. Desa Waerebo yang merupakan salah satu keunikan Indonesia ini rupanya sering dikunjungi oleh para wisatawan asing juga loh!

Macau Adalah Sebuah Negara dengan Banyak Keunggulan

Selain terkenal dengan wisata judi dan skyscraper buildingsnya, Macau juga menyimpan wisata sejarah yang menarik, Ruins of St. Paul. Bekas reruntuhan gereja yang pernah mengalami kebakaran hebat di abad 19 silam masih dirawat dengan apik. Dari depan kita bisa melihat bentuk utuh fasad depan bekas gereja ini, lengkap dengan tangga dan tamannya yang membuat lanskap ini semakin indah dipandang. Dan untuk memelihara tempat ini agar tetap terawat, UNESCO menjadikannya sebagai salah satu warisan dunia.

Akses ketempat ini cukup mudah, walaupun letaknya tidak berada di jantung utama kawasan pariwisata Macau sendiri. Banyak sekali transportasi publik yang dapt digunakan untuk mencapai tempat ini. Yang termurah adalah public bus. Hehe kendaraan publik favorit gue selama perjalanan kemarin, karena selain murah juga bisa melihat pemandangan dikiri kanan jalan. Macau rasa Paris, belum kesampean ke Paris, semoga abis liat replika Eifell Tower ini langsung segera diboyong puan nidya ngikut ke Prancis.

Explore Macau seharian, naik ferry PP dari Hong Kong. Dan super seneng karena cuacanya cerah banget walaupun jadi panas pol. Biarpun panas seharian, untungnya leather shoes by alter collective ini tetap nyaman dipake, karena bahan kulit yang dipake kualitas premium. Dan juga karena waktu yang terbatas, jadi cuman nyempetin visit beberapa spot doang, salah satunya Parisian ini.

Yang paling susah dilupain dari traveling di Macau adalah pengalaman nyobain beraneka ragam kuliner di negara ini. Setuju gak nih? Mulai dari olahan seafood segarnya, buah-buahannya sampai makanan ekstrimnya kayak serangga dll. Tapi yang paling nyantol dilidah gue sampe sekarang ya Hainam Chicken rice yang bener-bener enak. Kebayang deh nikmatnya nasi hainam dipadu dengan ayam yang wangi dan juga sehat. Jadi nggak sabar kan nyobain nikmatnya makanan ini di acara air asia nanti SANTAN coolinair yang akan diadain di senayan city nanti. Yuk dateng tanggal 29 Sept – 1 Okt, buat explore berbagai macam penganan unik khas ASEAN di tiap booth yang ada disana.

Susahnya Move On dari Pesona Indah Sumba

Pertama kalinya maen ke Tana Rara, dan seneeeeng banget! Bukitnya cantik banget, luas banget kayak nggak ada batasnya. Must visit kalau lagi ke Sumba Timur. Sumba ini negeri dengan sejuta pesona sunsetnya yang selalu menawan. Mau di pantai, di bukit, di padang savana, dimana-mana selalu secantik ini. Dan ini salah satu spot sunset favorit orang-orang yang datang ke Sumba, bukit Wairinding.

Bukit di Sumba Timur tuh ya nggak akan ada bosen-bosennya buat diexplore, apalagi di Tana Rara ini, sejauh mata memandang itu terhampar bukit luas banget kayak gak ada abis-abisnya, bikin betah buat leyeh-leyeh disini. Sumba itu udah bagus banget, dan akan makin terasa bagus dan asyik kalau dinikmatin bareng orang terdekat dan tersayang. Berasa extra combo banget jadinya explore Sumbanya!

Desa adat Ratenggaro, salah satu desa adat yang biasa kita kunjungi ketika ke Sumba. Keunikannya terletak dari atap-atap rumah di desa adat ini yg membumbung tinggi keatas, menciptakan harmoni tersendiri, ditambah lagi letaknya yang berada di pinggir pantai, desa ini menawarkan view yang cantik bagi pengunjung.

Sekarang desa ini jauh lebih nyaman untuk dikunjungi dan terlihat sudah sangat banyak berbenah diri untuk menyambut pengunjung yang datang. Jadi jauh makin nyaman dibanding ketika dulu berkunjung ke desa adat ini. Jadi yang mau ke Ratenggaro, jangan ragu lagi buat nyempetin waktu explore desa adat di Sumba Barat Daya ini.

Amazing sunset in Wairinding. Berkali-kali sunset di Wairinding itu kayaknya gak pernah failed. Bagusnya gak ketulungan, apalagi sunset kemaren, momen-momen paling cantik dimana sebelum sang fajar terbenam hingga langit berubah berwarna keemasan. Sunset di wairinding memang selalu sukses bikin merinding.

Pada setuju gak kalau hal yang paling susah setelah liburan itu adalah move on dari keseruan liburan itu sendiri. Kayak perjalanan ke Sumba kemaren, masih berasa serunya, masih kebayang-bayang sunsetnya yang selalu apik! Susah banget move on kalau abis dari Sumba ya.

Solo Trip ke Switzerland Menegangkan dan Menyenangkan

Kembali lagi ke salah satu perjalanan tergila yg gue lakuin. Berawal dari ngiler liat postingan mba kadek tentang Yading, nekatlah setahun kemudian berangkat sendiri ke daerah Barat Cina ini. Nyiapin mental sekuat baja, karena bakalan solo trip sendiri, nggak ada yg mau diajak sama sekali

Perjalanan kesini nggak mudah buat gue, yang kadang mentalnya cemen naik turun. Tantangannya banyak banget mulai dari makanan sampe bahasa yg jadi tantangan utama, mereka beneran nggak bisa bahasa inggris sama sekali, karena letak Yading ini di pedalaman banget, hampir masuk ke Tibetan area. Ditambah sinyal internet waktu itu sangat terbatas, jadilah 11 hari yang cukup menguras emosi dan mental. Tapi bersyukur sih bisa ke tempat yg jadi bucketlist gue sejak pertama kali liat postingan kadek. Semua cerita ini ada di blog gue, bisa dibaca langsung gimana gue dapet sexual harrasment for the first time di China!

Btw, kebayang gak sih rasanya bucketlist kalian yg tadinya mikir nggak akan bisa terwujud, tau tau dikasih Tuhan jalan buat ngewujudinnya. Gue sih pas nyampe Milk Lake di Yading Nature Reserve ini cry bangeeeeet! Sebagus itu dan sehappy itu!

Kembali ke topik solo trip. Banyak yang nanya kalau lagi solo trip kayak begini yg motoin nanti siapa? Haha ya nggak bisa dipungkiri ya, sekarang orang jalan-jalan harus diabadiin momennya, dan semakin bagus fotonya semakin puas hatinya (yang gak setuju yaudahlah ya)

Kalau gue sendiri nggak terlalu musingin urusan ini, kalau lagi solo trip biasanya gue ngandelin tripod kecil yg muat ke tas gue. Kenapa tripod kecil? Karena nggak ribet dan berat dibawa kemana-mana pas explore, karena kalau berat pasti cukup ribet bawanya dan gue bukan tipe yg mau diribetin akan hal ini

Saran gue pilihlah kamera yg bisa connect ama wifi remote via HP, jadi kalau mau foto dari jauh nggak ribet, nggak cuma ngandalin timer doang. Jadi walaupun lagi solo trip, nggak perlu ribet dan khawatir buat urusan dokumentasi, kayak difoto ini, diambil pake tripod