Setiap Orang Punya Pilihan Hidup yang Berbeda

Banyak orang bilang puncak bukan segalanya. Aku setuju. Tujuan mendaki adalah memenuhi keinginan. Keinginan dari mana? Lubuk hati. Kenapa bisa? Karena cinta. Puncak adalah target bersyarat, yang bagi saya di lapangan bagaimana pun caranya harus terpenuhi. Apa syaratnya? Mau, mampu, masuk akal. Kemudian apa definisi pulang? Pulang ke rumah dengan selamat adalah kewajiban. Kewajiban tanpa toleransi, yang artinya harus dipenuhi.

Sering baca begini di caption orang yang katanya pecinta alam : “kasian masih kecil/udah gede mainnya ke mall doang”. Di sisi lain ada juga yang berkicau : “banyak pendaki baru, gunung udah kaya pasar, ngga kaya dulu sepi tenang, makin banyak sampah juga”. Jadi harusnya gimana? Pergi dibilang perusak, nggak kemana2 dibilang kasian gitu2 aja.

Memperluas sudut pandang dan lebih banyak observasi akan membuatmu berpikir banyak sebelum berceloteh kurang makna. Dan sudah pasti, menjadi manusia yang sadar akan tanggung jawab dan kewajibannya semakin membuktikanmu bahwa kau adalah makhluk berpikir dan berakal, membuang sampah pada tempatnya, misalnya. Hal2 dasar macam itu sebenarnya sangat disayangkan apabila masih dilanggar oleh manusia, yang jelas2 punya organ luar biasa bernama otak.

Lebih keren lagi, maknai perjalananmu, ambil pelajaran hidup lalu terapkan sebagai prinsip. Banyak bepergian bukan berarti lebih hebat daripada yang di rumah saja, pun sebaliknya. Pelajaran bisa didapat dimana saja.

Kesunyian membawaku pada berbagai macam pemikiran, terutama hal – hal yang menyakitkan. Dia tidak menyelesaikan masalah, tapi mampu menenangkan pikiran, bisa menjelmaku menjadi berbagai macam sudut pandang. Karena situasi yang tenang adalah sebaik2nya waktu paling tepat untuk melahirkan akal sehat bernama solusi.

Setelah merenung beberapa saat, satu hal yang aku ketahui adalah segala permasalahan punya solusinya. Setiap pilihan hidup manusia pasti membawa seseorang ke jalan yang berbeda – beda. Setiap jalan tersebut ada hal baik dan hal buruknya. Tergantung konsekuensi mana yang berani kita ambil dan terima. Yang pasti, jika punya masalah dalam hidup jangan terus mengeluh dan fokus pada penyelesaiannya ya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *