Menjadi Tenaga Kerja Di Luar Negeri

Sudah tidak heran lagi jika banyak orang Indonesia yang pergi merantau ke Luar negeri untuk mencari nafkah demi keluarga, ataupun mencari pengalaman, ada juga yang pergi dengan tujuan untuk merubah nasib dan masa depannya.

Tenaga kerja Indonesia biasanya mencari pekerjaan melalui teman, agen resmi ataupun terkadang mereka tanpa sengaja mengikut kepada agen pencari kerja yang tidak resmi.

Ketika ada teman yang pergi merantau dari kampung pergi ke negara lain untuk merubah nasib dalam jangka waktu yang panjang, mereka balik lagi, ada yang berhasil dan ada juga yang mengisahkan cerita pilu di perantauan sana.

Mereka pergi merantau ke luar negeri biasanya di janjikan dengan gaji yang besar, tetapi disamping itu juga mereka tidak sepenuhnya memperoleh gaji mereka sepenuhnya. Karena adanya pemotongan biaya dan lain-lain. Ada yang berhasil dalam bekerja ada juga yang tidak berhasil, tergantung bagaimana mereka menabung dan tergantung kepada majikan yang mereka dapat,

Ketika mereka bekerja mendapatkan majikan yang bagus maka mereka akan mendapatkan kenaikan gaji dan perlakukan yang bagus pula, ketika nasib buruk menimpa mereka seperti mendapatkan majikan yang kurang bagus, mereka akan mendaptkan perlakukan yang tidak bagus seperti siksaan, maupun gaji yang tidak dibayarkan, semua itu kondisi yang bisa dialami oleh mereka.

Beberapa jenis pekerjaan yang mereka lakukan sebagai:
1. Baby sitter merupakan pekerjaan mengasuh baby ataupun sebagai kaka asuh yang dipercaya untuk menjaga anak majikan.
2. Cleaning service, tugasnya membersihkan rumah, maupun perkantoran tergantung kepada pihak yang memperkerjakan cleanner.
3. Pengasuh jompo, mengasuh orang tua yang sudah tiak bisa berjalan, atau tidak kuat untuk melakukan aktivitas, sehingga butuh pengawasan agar tidak terjatuh dan terawat.
4. Penjaga toko, ada juga yang bekerja sebagai penjaga toko.
5. Karyawan swasta ataupun pekerja kantoran, baiasanya melakukan aktivitas/ pekerjaan di dalam ruangan, berpakaian rapi dan kerja dengan waktu yang teratur.

Tidak pernah terlintas dalam benak mereka untuk menjadi seorang tenaga kerja asing di negara orang lain, tetapi karena suatu kondisi dan tuntutan hidup yang membuat mereka harus pergi mencari nafkah dan perubahan hidup lebih baik lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *