Menyiasati Pembuangan Sampah di Gunung

Masih ingat tentang kata-kata “Leave Nothing but Footprints?” Tentunya banyak yg mengaku pendaki dan sangat hapal dengan semboyan “jangan meninggalkan apapun kecuali jejak jaki?”

Namun kenapa yah masih banyak yg menggunakan tissue kering/tissue basah dan membuangnya sembarangan di gunung atau bahkan menguburnya bersama dgn kotorannya?
Sepertinya sang pendaki lupa bahwa Tissue yg sudah terpakai tersebut adalah sampah. Jenis sampah yg membutuhkan waktu sekitar lebih dari 4-6bulan untuk hancur masa penguraiannya.

Ajaibnya, banyak banget sampah tissue bertebaran di gunung-gunung terutama di semak-semak dan dibalik pohon, ada yg terselip warna kuning, bercak coklat, bahkan sampai warna “selai strawberry” di tissue tersebut.

Nah, beberapa orang yang sudah tau mungkin tidak terlalu peduli dengan apa yang terjadi ketika membuang sampah sembarangan di gunung. Beberapa orang lagi ada yang bahkan tidak peduli dan tidak mau tau. Padahal hal kecil tersebut berdampak besar sekali loh.

Miris bukan?! Bagaimana cara menyiasatinya? Cekibroott tips menyimpan sampah pada saat mendaki gunung berikut :

1. Kurangi penggunaan tissue, bisa memakai kain (microfiber) dan harus rajin dicuci

2. Kalau mau cebok, bisa pakai air, atau daun-daunan yg tidak menyebabkan gatal (kalo kepepet) atau bisa dgn kain/handuk

3. kalau mau pakai tissue, setelah dipakai bisa dimasukan ke tas, atau kantong plastik, dan bawalah turun bersama kenangannya dengan kalian. Kemudian buang di TPA atau tempat sampah.

4. jangan mengubur tissue tersebut karna tissue tersebut bukanlah Masa Lalu yg harus dikubur. Bawa tissue tersebut, ga usah jijik itu kan kotoran elu sendiri

5. Biasakan diri untuk respect sama alam, jgn melatih tangan untuk nyampah

6. Biasakan bawa plastik/apapun utk menyimpan tissue kotor tersebut.
Kalo gue suka taro dikantong atau taro di selipan tas (kalo pas ga bawa tempat)

7. Mulailah taat dari hal kecil, kalo liat disitu banyak tissue, biasanya pada ikut2 buang sampah tissue ditempat yg sama. Jangan yah.. Jangan ikutan ngotorin gunung.

8. Intinya bawa turun kembali sampah mu.. Kalo gak mau bawa turun, yah telen ajah.. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *